Fasilitasi Advokasi dan Pendampingan Teknis ODF

Pada Tanggal 24 Februari 2023 DPUPR Kabupaten Purworejo diundang sebagai narasumber dalam acara Pertemuan Fasiltasi Advokasi dan Pendampingan Teknis ODF Wilayah Kerja dengan materi “Upaya Peningkatan Akses Sanitasi dalam Pemenuhan Sarana dan Prasarana Jamban di Kabupaten Purworejo”.

Acara ini diadakan oleh Balai Kesehatan Masyarakat Wilayah Magelang di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo dan dihadiri oleh Kepala Balkesmas Wilayah Magelang, Narasumber dari Dinkes Kabupaten Purworejo, dan berbagai instansi dari Kabupaten Purworejo. Instansi Kabupaten Purworejo yang diundang yaitu Kabag Kesra Sekda, Bappedalitbang, DPPPAPMD, Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan, Baznas, Kabid Pemberdayaan KSPMK Dinkes, dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Purworejo sebanyak 27 puskesmas.

Acara dimoderatori oleh Ibu Siti Khotijah dari Dinkes. Acara ini diadakan karena dari 7 kabupaten yang menjadi binaan Balkesmas Wilayah Magelang, hanya Kabupaten Purworejo yang belum ODF sehingga diperlukan upaya percepatan ODF.

Dinas kesehatan sebagai verifikator desa ODF memerlukan kerja sama dengan pihak lainnya agar bisa mewujudkan Kabupaten Purworejo ODF 100%. Dinas PUPR bisa mengusulkan pembangunan tangki septik melalui DAK bidang sanitasi.

Selain itu upaya yang dapat dilakukan oleh DPUPR antara lain: untuk usulan 2024 DPUPR menjaring desa miskin dan desa stunting yang belum mempunyai jamban untuk mengajukan proposal ke Bupati dengan jumlah penerima minimal 50 rumah; DPUPR dengan persetujuan KSM sudah mengusulkan DAK sanitasi individual di tahun 2023 agar lebih tepat sasaran dalam penuntasan BABS, selain itu letak rumah yang belum mempunyai tangki septik rata-rata berjauhan/ terpencar-pencar. Percepatan ODF harus didukung juga dengan komitmen Camat dan Kades/ Lurah serta penganggaran yang memadai dari berbagai pihak seperti CSR, Baznas, maupun APBD.

Baznas sudah menyumbangkan sekitar 130 juta rupiah untuk jambanisasi di Kabupaten Purworejo. Saat ini akses sanitasi layak Kabupaten Purworejo mencapai 90,23% dan sudah memenuhi target RPJMD serta RPJMN, tetapi belum dapat  memenuhi target Provinsi Jateng dan belum mencapai target ODF 100% sehingga perlu percepatan yang lebih signifikan. Semoga Kabupaten Purworejo dapat segera mewujudkan target ODF 100%.