Rabu, 5 April 2023 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Purworejo menerima Tim Monev Program SIMURP dari Dirjen Bina Bangda Kemendagri yang dipimpin oleh Abdul Aziz, S.ST. dari Subdit Pekerjaan Umum Direktorat SUPD II. Hadir juga dalam acara tersebut antara lain PMC SIMURP, Bantuan Teknis IDPIM (Pusat dan Reg. Jawa Tengah), BBWS Serayu Opak dan Ketua IP3A DI. Kedungputri.
Pertemuan dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Monev Program SIMURP khususnya Peran Komisi Irigasi Kab Purworejo dalam Penyusunan dan Pelaksanaan Irrigation Service Agreement (ISA) DI. Kedungputri.
Acara rapat dipimpin dan dibuka oleh Gunarto selaku Ketua Sekretariat Komisi Irigasi Kabupaten Purworejo yang menyambut baik kegiatan Monev dari Ditjen Bina Bangda maupun kehadiran dari team BBWS SO dan Konsultan SIMURP di Kantor Dinas PUPR Kab Purworejo.
Azis selaku Ketua Rombongan Tim Monev Bangda menjelaskan maksud dari kegiatan Monev kali ini kepada Peserta FGD bahwa peran kelembagaan P3A di dalam kesepakatan ISA harus kuat, baik dari sisi kesepahaman dan muatan yang ada di dalam ISA. Dijelaskan juga peran dari Ditjen Bina Bangda dalam proses legalisasi P3A dan berharap bisa dimanfaatkan dengan baik karena dengan P3A yang berbadan hukum maka mereka bisa mendapatkan akses-akses bantuan dari Pemerintah.
Dadan Hermajanda selaku Team Leader IDPIM Pusat menginformasikan rencana kegiatan ini juga akan dilanjutkan di lokasi kesepakatan ISA berlangsung, lebih tepatnya di Balai Desa Tegal Kuning, Banyuurip Kab Purworejo. Di sana juga akan dilakukan pengecekan pada bangunan bagi dan bangunan ukur pada salah satu saluran sekunder.
Nurman selaku Team Leader TPM A mengungkapkan kegiatan revitalisasi P3A pada DI Kedungputri dan peranan P3A di dalam kegiatan ISA. Beliau juga menyampaikan rencana mobilisasi TPM untuk membantu sosialisasi ISA dan pemahaman pengisian blanko O kepada P3A yg melakukan kesepakatan.
Selanjutnya, Gunarto menjelaskan tentang kondisi petani yang rata-rata sudah berusia lanjut dan sangat sedikit generasi muda yang mau menjadi petani. Bahkan ada petani sekaligus Ketua GP3A yang sudah berusia 70 tahun sehingga ketika ada sosialisasi terkait dengan modernisasi irigasi dari Balai maupun Dinas/Insansi terkait terkendala dengan kemampuan pemahaman substansi.
Dadan juga memberikan pandangannya tentang peran serta Komir dalam kesepakatan ISA, harapan dari Monev ini adalah bahwa KOMIR dapat berperan sebagai kelembagaan yang mewadahi pembahasan kesepakatan pihak-pihak di dalam ISA serta tugas fungsi KOMIR bisa berjalan dengan semestinya.
Sebelum acara ditutup untuk selanjutnya kunjungan ke Lapangan, Azis juga memberikan penekanan dan saran tentang pentingnya aspek-aspek administrasi yang rapi sebelum aspek teknis dan kesepakatan ISA dilaksanakan.
Acara diakhiri dengan foto bersama di depan Sekretariat Komisi Irigasi Kabupaten Purworejo.