Purworejo, 6 April 2026 — Kejadian longsoran rumpun bambu yang menutup jaringan irigasi di HM 20 Daerah Irigasi (DI) Krandon, Desa Karangsari, Kecamatan Bener, terjadi akibat intensitas hujan ekstrem yang mengguyur wilayah tersebut pada 5 April 2026.
Material longsoran berupa rumpun bambu menutup aliran air irigasi sehingga sempat mengganggu distribusi air ke lahan pertanian warga. Kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko gagal tanam apabila tidak segera ditangani.
Penanganan dilakukan secara cepat pada 6 April 2026 melalui kerja bakti yang melibatkan berbagai unsur terkait. Tenaga Operasi dan Pemeliharaan (OP) Jaringan Irigasi Wilayah Loano bersama P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) dan warga Desa Karangsari bahu-membahu membersihkan material longsoran dari saluran irigasi.
P3A sebagai pihak yang terdampak langsung terhadap distribusi air berperan aktif dalam memastikan aliran kembali normal, sementara partisipasi masyarakat setempat mempercepat proses evakuasi material di lokasi kejadian.
Longsoran yang melibatkan rumpun bambu memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi dibandingkan longsoran tanah biasa. Akar bambu yang rapat dan kuat mengikat tanah membuat proses pembersihan membutuhkan alat potong seperti gergaji mesin (chainsaw) serta tenaga manual dalam jumlah besar.
Berkat penanganan yang sigap, aliran air irigasi di DI Krandon dapat segera dipulihkan. Hal ini berhasil meminimalisir risiko terhentinya pasokan air ke sawah yang dapat berdampak pada jadwal tanam petani.
Selain itu, koordinasi cepat antara petugas OP dan P3A menunjukkan bahwa manajemen irigasi partisipatif di wilayah Kecamatan Bener berjalan dengan baik dan efektif dalam menghadapi situasi darurat.