Desa Sukowuwuh, Kecamatan Bener — Rabu, 14 Januari 2026.
Tenaga Operasi dan Pemeliharaan (OP) melaksanakan kegiatan normalisasi saluran tersier Daerah Irigasi (DI) Kedondong HM 62+80 yang berlokasi di Desa Sukowuwuh, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini merupakan upaya teknis untuk menjaga dan meningkatkan kinerja distribusi air irigasi agar dapat mengalir secara optimal langsung ke petak-petak sawah milik petani.
Meskipun secara regulasi pengelolaan sistem irigasi tersier menjadi kewenangan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), tenaga OP dari instansi pemerintah tetap berperan aktif memberikan pendampingan teknis. Pendampingan tersebut umumnya dilakukan dalam rangka pemeliharaan jaringan, rehabilitasi saluran, serta menjaga keberlanjutan fungsi irigasi di tingkat tersier.
Dalam kegiatan normalisasi ini, tenaga OP melaksanakan berbagai pekerjaan pemeliharaan, antara lain pemeliharaan rutin berupa pembersihan saluran dari gulma dan sampah yang dapat menghambat aliran air. Selain itu, dilakukan pula pemeliharaan berkala dengan mengangkat sedimen atau lumpur melalui pengerukan guna mengembalikan dimensi saluran sesuai kapasitas desain awal.
Tenaga OP juga melakukan identifikasi kerusakan dengan survei lapangan untuk mendeteksi adanya kebocoran, longsoran, maupun kerusakan tanggul saluran. Hasil identifikasi tersebut selanjutnya dilaporkan sebagai bahan tindak lanjut perbaikan. Pekerjaan lain yang dilakukan meliputi pengerukan sedimen penyebab pendangkalan, perbaikan tanggul yang tererosi untuk mencegah kebocoran air, serta pemeliharaan bangunan pelengkap seperti boks tersier, boks kuarter, dan pintu-pintu air pembagi agar dapat berfungsi secara optimal.
Melalui kegiatan normalisasi ini, diharapkan distribusi air irigasi menjadi lebih efisien dan merata hingga ke hilir saluran. Pasokan air yang terjamin diharapkan mampu meningkatkan Indeks Pertanaman (IP), sehingga petani dapat meningkatkan frekuensi tanam dan produktivitas pertanian. Selain itu, efisiensi distribusi air juga diharapkan dapat mengurangi kehilangan air akibat rembesan maupun hambatan vegetasi di sepanjang saluran irigasi.