Sedayu, Loano, 22 Juni 2026 – Upaya peningkatan layanan irigasi bagi sektor pertanian terus dilakukan melalui pemasangan terpal geomembran HDPE pada Saluran Sileteh di Desa Sedayu, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini dinilai sebagai langkah penanggulangan paling efektif untuk menghentikan water loss atau kehilangan air yang selama ini terjadi akibat kebocoran masif pada dinding dan lantai saluran irigasi.
Kerusakan pada struktur penampang saluran menyebabkan terjadinya rembesan (infiltrasi) yang mengakibatkan berkurangnya debit air sebelum mencapai area persawahan di bagian hilir. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya ketersediaan air bagi lahan pertanian, terutama pada petak-petak sawah yang berada di ujung jaringan irigasi.
Melalui pemasangan geomembran HDPE, seluruh permukaan saluran dilapisi material kedap air sehingga mampu menekan kebocoran secara maksimal. Teknologi ini memungkinkan efisiensi penyaluran air meningkat hingga mendekati 100 persen, karena air yang mengalir tidak lagi banyak terbuang akibat rembesan.
Manfaat dari pelapisan saluran ini dirasakan langsung oleh para petani di Desa Sedayu. Dengan berkurangnya kehilangan air, distribusi air irigasi menjadi lebih merata dan mampu menjangkau seluruh area persawahan hingga ke bagian hilir. Air kini dapat mengalir sampai ke ujung petak sawah seluas sekitar 13 hektare tanpa mengalami penyusutan debit yang signifikan.
Kondisi tersebut diharapkan dapat menghilangkan potensi kekeringan atau stress air pada lahan pertanian yang sebelumnya sering terjadi akibat keterbatasan pasokan air. Selain menjaga keberlangsungan tanaman, ketersediaan air yang lebih stabil juga berpotensi meningkatkan produktivitas pertanian dan hasil panen masyarakat setempat.
Pemasangan geomembran HDPE di Saluran Sileteh menjadi salah satu bentuk komitmen dalam mendukung ketahanan pangan melalui pengelolaan jaringan irigasi yang lebih efisien, modern, dan berkelanjutan bagi para petani di Desa Sedayu.