Bener, 11 Februari 2026 – Tenaga Operasi dan Pemeliharaan (OP) Jaringan Irigasi melaksanakan pemasangan pipa paralon (PVC/HDPE) di Daerah Irigasi (DI) Planditan HM 36+00, Desa Legetan, Kecamatan Bener, sebagai langkah darurat akibat tanah longsor yang menutup dan merusak badan saluran irigasi.
Pemasangan ini merupakan bentuk rehabilitasi mendesak untuk menjaga aliran air tetap berjalan dan mencegah terputusnya suplai air ke lahan pertanian terdampak. Dalam teknis irigasi, upaya ini dikenal sebagai pembuatan saluran darurat berupa talang atau siphon, yang difungsikan untuk mengalirkan air melewati area longsoran hingga konstruksi permanen dapat dilaksanakan.
Dalam proses pemasangan, penyambungan pipa dilakukan menggunakan sistem socket dengan lem pipa berkualitas tinggi untuk PVC, serta metode penyambungan panas (heat fusion) untuk pipa HDPE guna memastikan ketahanan terhadap tekanan air.
Pada bagian pangkal (inlet) dan ujung (outlet), petugas membuat dinding penahan sementara dari tumpukan karung pasir maupun pasangan batu. Pipa dipasang tepat di tengah dinding tersebut agar aliran air dapat terkonsentrasi masuk ke dalam pipa (concentrated flow) secara optimal.
Karena pipa melintasi area longsoran yang masih labil, dilakukan pemasangan penyangga tambahan dari kayu, bambu, maupun beton sengkang guna mencegah pipa melengkung atau patah saat terisi penuh air. Petugas juga memastikan tidak terdapat kebocoran pada sambungan, mengingat rembesan air di area longsor berpotensi memicu longsor susulan.
Mengacu pada Pedoman Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi, Tenaga OP wajib segera melaporkan kejadian kepada Juru Pengairan maupun Kantor Dinas terkait, termasuk informasi lokasi, dimensi longsor, dan luas area pertanian yang terdampak kekeringan.
Selain itu, OP juga menggerakkan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) untuk melakukan gotong royong membersihkan material longsor ringan yang masih memungkinkan ditangani secara manual.
Pemasangan pipa darurat ini menjadi solusi jangka pendek untuk menjaga keberlangsungan distribusi air irigasi, sembari menunggu penanganan konstruksi permanen dari pemerintah. Diharapkan dengan langkah cepat ini, dampak kekeringan pada lahan pertanian di wilayah DI Planditan dapat diminimalisir dan aktivitas pertanian tetap berjalan normal.