PENGENALAN BANGUNAN AIR IRIGASI KEPADA MAHASISWA MAGANG KERJA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO

Jum’at 15/09/2023, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Purworejo melalui Bidang Sumber Daya Air melaksanakan pengenalan Bangunan Air Irigasi kepada peserta magang kerja dari Universitas Muhammadiyah Purworejo yang ditugaskan pada Bidang SDA. Peserta magang sejumlah 16 mahasiswa tersebut diperkenalkan pada salah satu bangunan air yang berada jaringan irigasi DI Boro yaitu Bangunan Sipon Hevel yang berlokasi pada Saluran Induk Boro Hm. 56+41 di Desa Cengkawakrejo, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo.

Dijelaskan oleh Bapak Dwi Rahmanto, S.Pd.T., M.Eng. selaku Subkoordinator Pembangunan, Peningkatan dan Rehabilitasi Irigasi bahwa bangunan air sipon hevel tersebut merupakan bangunan langka dan sulit ditemui pada jaringan irigasi yang ada di Indonesia. Bangunan tersebut merupakan peninggalan zaman belanda yang masih berfungsi sampai dengan saat ini di jaringan irigasi Boro. Bangunan sipon hevel atau dengan istilah lain hevel overlate atau sipon pelimpah samping otomatis berfungsi untuk membuang kelebihan air yang melebihi kapasitas pengaliran saluran induk boro. Pada saat musim penghujan, aliran air hujan yang masuk ke saluran induk boro di atas bangunan sipon hevel ini cukup besar karena banyak avour dari permukiman maupun sawah yang interkoneksi dengan saluran induk boro. Air hujan yang masuk ke saluran induk boro tersebut bisa mencapai lebih dari 10 m3/detik. Dengan adanya bangunan sipon hevel ini debit air yang melebihi kapasitas saluran induk boro (6,5 m3/detik) dapat dibuang melalui bangunan ini secara otomatis. Cara kerjanya, apabila level ketinggian air sudah mencapai ambang pelimpah, maka air tersebut melimpas ke samping mengisi rongga pelimpah yang kedap udara. Lama-kelamaan rongga pelimpah bagian bawah apabila level ketinggian air sudah mencapai ketinggian maksimal/ tidak mampu menahan energi, maka air tersebut akan terlepas ke bagian hilir bangunan sipon hevel ini dan menyedot air yang berada di saluran induk boro beserta lumpurnya. Pada kesempatan tersebut juga didampingi oleh Bapak Moklas Rosikin, S.ST., M.A.P. selaku Subkoordinator Operasi dan Pemeliharaan Irigasi. Beliau menyampaikan keberadaan bangunan sipon hevel tersebut sangatlah penting guna menjaga kestabilan pengaliran dan keamanan jaringan irigasi boro, serta efektif dalam pelaksanaan OP irigasinya.

Dengan adanya pengenalan bangunan secara langsung di lapangan tersebut, para mahasiswa magang menjadi lebih mudah mempelajari jenis-jenis bangunan air dan cara kerjanya, sehingga menambah motivasi dalam mempelajari bangunan-bangunan air irigasi yang ada (SDA).