Penguatan Kapasitas Kelembagaan P3A di Kelurahan Mranti, Wujudkan Pengelolaan Irigasi yang Partisipatif dan Berkelanjutan

Purworejo, 6 Mei 2026 – Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui kegiatan penguatan kapasitas kelembagaan terus mendorong peningkatan peran aktif Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dalam pengelolaan jaringan irigasi. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penguatan Kapasitas Kelembagaan P3A yang dilaksanakan di Kelurahan Mranti, Kabupaten Purworejo, pada Selasa (6/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, unsur kecamatan dan kelurahan, DPRD Kabupaten Purworejo, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purworejo, BPP Purworejo,  pengurus P3A, kelompok tani, tokoh masyarakat, hingga para petani pengguna air irigasi di wilayah Kelurahan Mranti dan sekitarnya. Selain sebagai sarana peningkatan kapasitas organisasi, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat koordinasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan infrastruktur irigasi.

Dalam sambutannya, Lurah Mranti, Ngalino, SIP., MAP, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa keberadaan P3A memiliki peranan yang sangat penting dalam mendukung sektor pertanian, khususnya dalam pengaturan dan pemanfaatan air irigasi bagi kebutuhan lahan pertanian masyarakat.

Menurutnya, penguatan kelembagaan P3A tidak hanya sebatas pembentukan organisasi, tetapi juga bagaimana kelompok tersebut mampu menjalankan fungsi administrasi, koordinasi, pengelolaan air, hingga menjaga kekompakan antaranggota dalam mendukung produktivitas pertanian. “P3A merupakan ujung tombak dalam pengelolaan irigasi di tingkat masyarakat. Dengan kelembagaan yang kuat, maka distribusi air dapat berjalan lebih tertib, teratur, dan merata sehingga dapat mendukung peningkatan hasil pertanian masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Purworejo, Kusairi, AP., MM, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan kelompok petani dalam menjaga keberlangsungan sistem irigasi. Menurutnya, pengelolaan irigasi yang baik tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik semata, tetapi juga membutuhkan kelembagaan masyarakat yang kuat dan aktif. “Kelembagaan P3A harus terus diperkuat agar mampu menjadi organisasi yang mandiri, aktif, dan bertanggung jawab dalam mendukung pengelolaan air irigasi. Ketahanan pangan daerah juga sangat dipengaruhi oleh keberhasilan pengelolaan air di tingkat petani,” jelasnya.

Camat Purworejo juga mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan dalam memelihara saluran irigasi agar dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

Pada sesi pemaparan materi, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purworejo melalui Bidang Sumber Daya Air yang disampaikan oleh Jendar Fauzi, S.T., memberikan penjelasan secara rinci mengenai peran dan fungsi P3A dalam mendukung pengelolaan jaringan irigasi.

Dalam paparannya, disampaikan bahwa P3A memiliki tanggung jawab penting dalam pengaturan distribusi air, pemeliharaan jaringan irigasi tingkat tersier, penyusunan administrasi organisasi, hingga membangun partisipasi anggota dalam menjaga sarana dan prasarana irigasi.

Selain itu, Jendar Fauzi juga menjelaskan mengenai pentingnya administrasi kelembagaan yang tertib, mulai dari struktur organisasi, pencatatan kegiatan, hingga dokumentasi program kerja kelompok. Menurutnya, administrasi yang baik akan  mendukung keberlangsungan organisasi dan mempermudah koordinasi dengan pemerintah daerah. “Partisipasi masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan jaringan irigasi. Apabila saluran irigasi dipelihara bersama dan dimanfaatkan dengan baik, maka distribusi air dapat berjalan lancar dan produktivitas pertanian akan meningkat,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir narasumber dari DPRD Kabupaten Purworejo, yaitu Sigit Apriyanto dan Rujiyanto. Keduanya menyampaikan dukungan terhadap upaya penguatan kelembagaan P3A sebagai bagian dari pembangunan pertanian dan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan. Dalam paparannya, para narasumber DPRD menegaskan bahwa keberadaan P3A perlu terus didorong agar semakin aktif dan mampu menjadi wadah aspirasi petani di tingkat lapangan. Mereka juga mendorong agar kelompok-kelompok P3A terus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah terkait kebutuhan pembangunan maupun rehabilitasi jaringan irigasi.

Selain itu, DPRD Kabupaten Purworejo juga menyampaikan komitmennya dalam mendukung program-program yang berkaitan dengan peningkatan sarana dan prasarana irigasi demi mendukung sektor pertanian masyarakat.

Kegiatan berlangsung semakin interaktif pada sesi diskusi dan tanya jawab yang dimoderatori oleh Edi Haryono, ST selaku Kepala UPT PJI Wilayah Purworejo. Dalam sesi tersebut, peserta secara aktif menyampaikan berbagai persoalan dan masukan terkait kondisi irigasi di lapangan.

Beberapa peserta menyampaikan kebutuhan normalisasi saluran irigasi, perbaikan bangunan irigasi yang mengalami kerusakan, hingga pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi pengurus P3A. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai tanggapan dan solusi yang diberikan oleh para narasumber.

Melalui kegiatan penguatan kapasitas kelembagaan ini, diharapkan para pengurus dan anggota P3A di Kelurahan Mranti dapat semakin memahami tugas dan tanggung jawabnya dalam pengelolaan irigasi. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya air yang efektif, partisipatif, dan berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan para petani di Kabupaten Purworejo.