Loano, 24 Juni 2026 – Pemerintah Desa Maron bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purworejo menyelenggarakan kegiatan Penguatan Kapasitas Kelembagaan Pengelola Irigasi (P3A/GP3A) pada Rabu, 24 Juni 2026, bertempat di Balai Desa Maron, Kecamatan Loano. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus dan anggota kelembagaan pengelola irigasi, perangkat desa, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki peran dalam pengelolaan jaringan irigasi di wilayah Desa Maron.
Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Desa Maron, R. Wahyu Haryanto, yang menyampaikan pentingnya keberadaan kelembagaan pengelola irigasi sebagai ujung tombak dalam menjaga keberlangsungan layanan air irigasi bagi para petani. Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian tidak terlepas dari ketersediaan air yang dikelola secara baik, sehingga diperlukan pengurus P3A/GP3A yang memiliki kemampuan organisasi, administrasi, serta pemahaman teknis yang memadai.
"Kelembagaan pengelola irigasi memiliki peran strategis dalam mendukung produktivitas pertanian. Melalui kegiatan ini diharapkan pengurus dan anggota dapat meningkatkan kapasitas serta memperkuat koordinasi antar pihak sehingga pengelolaan irigasi dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan," ujar R. Wahyu Haryanto.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh perwakilan Kecamatan Loano, Supanjang, yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga serta memanfaatkan jaringan irigasi secara optimal. Menurut Supanjang, pengelolaan irigasi yang baik tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, khususnya para petani sebagai pengguna langsung. Dengan kelembagaan yang kuat, berbagai permasalahan di lapangan dapat diselesaikan melalui musyawarah dan kerja sama yang baik.
Pada sesi materi, peserta mendapatkan pemaparan dari M. Agus Faozan selaku narasumber dari DPUPR Kabupaten Purworejo Bidang Sumber Daya Air. Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan mengenai peran dan fungsi kelembagaan pengelola irigasi, tata kelola organisasi P3A/GP3A, pentingnya operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi, serta upaya peningkatan partisipasi petani dalam pengelolaan sumber daya air.
M. Agus Faozan juga menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan irigasi sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat. Oleh karena itu, pengurus P3A/GP3A perlu terus meningkatkan kapasitas kelembagaan agar mampu menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal, mulai dari pengaturan distribusi air hingga pemeliharaan jaringan irigasi secara rutin.
Materi berikutnya disampaikan oleh Rujiyanto, anggota DPRD Kabupaten Purworejo. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya dukungan kelembagaan yang kuat untuk menunjang ketahanan pangan daerah. Menurutnya, penguatan kapasitas pengelola irigasi merupakan investasi jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga semangat gotong royong dalam merawat infrastruktur irigasi serta memanfaatkan forum kelembagaan sebagai wadah komunikasi dan koordinasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan pengelolaan air.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta aktif menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan, mulai dari pembagian air, pemeliharaan saluran, hingga penguatan organisasi pengelola irigasi. Melalui forum tersebut, peserta memperoleh pemahaman dan solusi yang dapat diterapkan dalam mendukung pengelolaan irigasi yang lebih baik.
Dengan terselenggaranya kegiatan Penguatan Kapasitas Kelembagaan Pengelola Irigasi Desa Maron ini, diharapkan pengurus P3A/GP3A semakin memahami peran dan tanggung jawabnya, mampu meningkatkan kualitas pelayanan irigasi kepada petani, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan sistem irigasi yang efektif, berkelanjutan, dan mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Purworejo.