Purworejo – Dalam upaya meningkatkan peran serta masyarakat petani dalam pengelolaan jaringan irigasi yang efektif dan berkelanjutan, kegiatan Penguatan Kapasitas Kelembagaan Pengelola Irigasi P3A Dharma Tirta “TIRTO HARDJO” dilaksanakan di Balai Desa Guntur, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo pada Rabu, 20 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat kelembagaan petani pemakai air guna mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Acara tersebut dihadiri oleh pemerintah desa, perwakilan DPRD Kabupaten Purworejo, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purworejo Bidang Sumber Daya Air, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bener, pengurus P3A Dharma Tirta “TIRTO HARDJO”, tokoh masyarakat, serta para petani pengguna air di wilayah Desa Guntur dan sekitarnya. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antarinstansi dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan sistem irigasi pertanian.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Desa Guntur, Halim Multakim. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan penguatan kapasitas kelembagaan tersebut. Menurutnya, keberadaan P3A memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung kelancaran distribusi air irigasi kepada para petani. Ia berharap melalui kegiatan ini, para anggota P3A dapat meningkatkan pengetahuan, koordinasi, serta semangat gotong royong dalam menjaga jaringan irigasi di wilayah Desa Guntur.
“Pengelolaan irigasi yang baik tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya para petani pengguna air. Dengan kelembagaan yang kuat, diharapkan distribusi air dapat berjalan lebih tertib, adil, dan mendukung peningkatan hasil pertanian masyarakat,” ujar Halim Multakim dalam sambutannya.
Selanjutnya, materi dan arahan disampaikan oleh DPUPR Kabupaten Purworejo Bidang Sumber Daya Air melalui Muhammad Jendar Fauzi Ananto, S.T. Dalam paparannya, beliau menjelaskan pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan P3A sebagai ujung tombak pengelolaan irigasi tingkat petani. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan jaringan irigasi tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia dan organisasi pengelola irigasi itu sendiri. Keberadaan P3A menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan sistem irigasi partisipatif. Dengan adanya koordinasi yang baik antaranggota serta dukungan pemerintah, diharapkan berbagai permasalahan irigasi seperti pembagian air, pemeliharaan saluran, hingga penanganan kerusakan ringan dapat ditangani secara bersama-sama.
Dalam kesempatan tersebut, anggota DPRD Kabupaten Purworejo, Rendi dan Ahmad Ridho A.N turut memberikan paparan dan motivasi kepada peserta kegiatan. Keduanya menekankan pentingnya menjaga kebersamaan antarpetani dalam pengelolaan air irigasi, mengingat sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat pedesaan.
Mereka juga menyampaikan dukungan terhadap berbagai program pemberdayaan petani dan penguatan kelembagaan yang dilaksanakan pemerintah daerah. Menurut mereka, keberadaan P3A yang aktif dan solid akan membantu pemerintah dalam menjaga keberlangsungan sarana irigasi serta mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Purworejo.
Selain itu, paparan dari BPP Kecamatan Bener disampaikan oleh Kurniasih DKW yang memberikan materi terkait penguatan peran kelompok tani dan pentingnya sinergi antara petani, penyuluh pertanian, serta pengelola irigasi. Dalam penyampaiannya, ia mengajak para petani untuk terus meningkatkan komunikasi dan koordinasi dalam pengelolaan air agar kebutuhan pertanian dapat terpenuhi secara optimal.
Melalui kegiatan Penguatan Kapasitas Kelembagaan Pengelola Irigasi P3A Dharma Tirta “TIRTO HARDJO” ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan organisasi petani dalam mengelola jaringan irigasi secara mandiri, partisipatif, dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat kerja sama antarpetani serta mendukung terciptanya sektor pertanian yang maju, produktif, dan berdaya saing di Kabupaten Purworejo.