Purworejo, 22 April 2026 — Upaya meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan irigasi terus dilakukan melalui kegiatan Penguatan Kapasitas Kelembagaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) yang diselenggarakan di Desa Penungkulan, Kecamatan Gebang.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, legislatif, hingga instansi teknis. Dalam sambutannya, Kepala Desa Penungkulan, Amat Suroso, menyampaikan pentingnya penguatan kelembagaan P3A sebagai ujung tombak pengelolaan irigasi di tingkat petani. Ia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kapasitas organisasi serta memperkuat kebersamaan antar anggota dalam menjaga keberlanjutan jaringan irigasi.
Selanjutnya, Camat Gebang, Jaimin, S.E., dalam sambutannya menekankan bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan untuk mendukung ketahanan pangan daerah. Ia juga mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk perhatian terhadap sektor pertanian.
Dari unsur legislatif, anggota Komisi II DPRD, Rujiyanto, menyampaikan dukungannya terhadap penguatan kelembagaan P3A. Ia menegaskan bahwa DPRD akan terus mendorong kebijakan dan anggaran yang berpihak pada peningkatan infrastruktur dan kelembagaan irigasi.
Sementara itu, perwakilan dari DPUPR melalui Bidang Sumber Daya Air, Yuni Ariyanto, SM., memberikan pemaparan terkait pentingnya peran P3A dalam operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi. P3A memiliki tanggung jawab langsung dalam menjaga kondisi jaringan irigasi tersier dan sebagian sekunder, Koordinasi dengan petugas OP irigasi, mantri pengairan, dan instansi terkait sangat diperlukan dalam menangani permasalahan yang lebih kompleks, seperti kerusakan berat atau kebutuhan rehabilitasi jaringan. Disampaikan pula bahwa keberhasilan pengelolaan irigasi tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada kapasitas kelembagaan dan partisipasi aktif petani.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang melibatkan seluruh peserta. Dalam sesi ini, berbagai permasalahan di lapangan, seperti distribusi air, pemeliharaan jaringan, hingga penguatan organisasi P3A, dibahas secara terbuka untuk mencari solusi bersama.
Melalui diskusi tersebut, diperoleh sejumlah solusi dan rekomendasi, di antaranya peningkatan koordinasi antarpetani, penjadwalan ulang distribusi air secara musyawarah, serta penguatan peran pengurus dalam menggerakkan anggota.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas kelembagaan P3A Desa Penungkulan sehingga lebih mandiri, profesional, dan responsif terhadap berbagai tantangan di lapangan. Dengan kelembagaan yang kuat, pengelolaan irigasi diharapkan dapat berjalan lebih optimal, yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.