Purworejo – Upaya memperkuat layanan air bersih di wilayah perdesaan terus dilakukan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menggelar kegiatan Pendampingan Manajemen Teknis SPAM Perdesaan Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Purworejo, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas PUPR Kabupaten Purworejo ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur perangkat daerah, asosiasi pengelola SPAM perdesaan, hingga perwakilan desa dan Kelompok Pengelola SPAM (KPSPAMS) dari 30 desa.
Pendampingan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola SPAM perdesaan agar mampu mengelola sistem air minum secara lebih optimal, mandiri, dan berkelanjutan. Selain aspek teknis, penguatan juga dilakukan pada sisi manajerial dan kelembagaan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan sejumlah materi praktis yang dapat langsung diterapkan di lapangan. Di antaranya pembuatan filtrasi air sederhana untuk meningkatkan kualitas air, pemanfaatan panel surya sebagai alternatif penghematan energi listrik, hingga pengelolaan keuangan melalui perhitungan iuran dan pembukuan yang baik.
Tak hanya itu, peserta juga diperkenalkan dengan peluang pengembangan kelembagaan melalui akses pembiayaan mikro guna mendukung keberlangsungan operasional SPAM di desa.
Kehadiran berbagai pihak, termasuk mitra pembangunan seperti Water.org, diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam pengembangan layanan air minum berbasis masyarakat.
Melalui kegiatan ini, pengelola SPAM perdesaan di Kabupaten Purworejo diharapkan semakin siap menghadapi tantangan operasional di lapangan, sehingga pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat terus terjaga kualitas dan keberlanjutannya.