Perbaikan Handle Pintu Pembilas Bendung Kedondong, Jaga Kinerja Irigasi Tetap Optimal

Purworejo, 6 April 2026 — Perbaikan handle pintu pembilas di Bendung Kedondong menjadi bagian penting dari kegiatan pemeliharaan rutin guna menjaga kelancaran operasional sistem irigasi. Kerusakan pada komponen mekanik seperti handle pintu air kerap terjadi akibat tingginya frekuensi penggunaan serta paparan cuaca ekstrem dan korosi di lingkungan bendung.

Handle pintu yang terlepas umumnya disebabkan oleh dua faktor utama, yakni pengikisan logam dan korosi. Gesekan terus-menerus antara handle dengan poros (as) pintu menyebabkan bagian pengunci menjadi longgar atau aus. Sementara itu, tingkat kelembapan tinggi di area bendung mempercepat proses pengkaratan yang melemahkan sambungan baut maupun hasil las sebelumnya.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP) segera melakukan tindakan perbaikan melalui teknik pengelasan. Proses diawali dengan pembersihan sisa karat dan cat lama pada bagian handle dan poros pintu agar hasil pengelasan dapat menyatu dengan optimal.

Selanjutnya, petugas menggunakan teknik las listrik untuk menyambung kembali handle ke posisi semula. Pengelasan difokuskan pada titik tumpu beban maksimal guna memastikan kekuatan handle saat digunakan, terutama ketika menerima beban torsi saat diputar. Setelah proses pendinginan, hasil las dibersihkan dari kerak (slag) dan dilapisi cat anti karat (meni) untuk meningkatkan ketahanan terhadap korosi.

Kembalinya fungsi handle pintu pembilas ini sangat vital bagi operasional Bendung Kedondong. Pintu pembilas berperan penting dalam menguras endapan lumpur dan pasir di depan pintu pengambilan (intake), sehingga mencegah material tersebut masuk ke saluran irigasi.

Selain itu, pintu pembilas juga mendukung pengendalian banjir dengan memungkinkan pembuangan sebagian debit air ke sungai saat terjadi peningkatan volume air secara drastis di bagian hulu. Dari sisi distribusi, kondisi pintu yang bersih turut menjaga akurasi pengukuran debit air yang dialirkan ke lahan pertanian.

Dengan perbaikan ini, diharapkan kinerja Bendung Kedondong tetap optimal dalam mendukung kebutuhan air irigasi serta menjaga stabilitas sistem pengelolaan sumber daya air di wilayah tersebut.