BENER – Aksi gotong royong dilakukan oleh kelompok Petani Pemakai Air (P3A) Desa Sukowuwuh bersama petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP) UPT PJI Wilayah Loano dalam penanganan longsor yang menutup saluran irigasi PB Watubelah di titik HM 1+00, Senin (11/5).
Material tanah dan bebatuan dari tebing longsor menutup badan saluran irigasi sehingga aliran air menuju lahan pertanian sempat terhenti total. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu distribusi air untuk areal pertanian di wilayah Desa Sukowuwuh.
Selain menyebabkan penyumbatan total, longsoran juga memicu potensi luapan air yang dapat merusak tanggul saluran di sisi lain. Jika tidak segera ditangani, gangguan aliran air itu berpotensi berdampak pada Areal Baku Pertanian Daerah Irigasi (DI) PB Watubelah seluas 19 hektar.
Menyadari pentingnya fungsi saluran irigasi tersebut, petani bersama petugas UPT PJI Wilayah Loano segera melakukan penanganan darurat dengan kerja bakti membersihkan material longsoran.
Kepala UPT PJI Wilayah Loano mengapresiasi inisiatif warga dan kesigapan petugas di lapangan dalam menangani dampak longsor tersebut.
“Sinergi antara petani pengguna air dan petugas OP sangat krusial dalam kondisi darurat seperti ini. Jika tidak segera ditangani, dampak kekeringan di 19 hektar lahan baku bisa merugikan produktivitas pangan desa,” ujarnya.
Dengan menggunakan peralatan manual seperti cangkul dan linggis, tim gabungan berhasil menyingkirkan material longsoran dari badan saluran. Setelah beberapa jam kerja bakti berlangsung, debit air terpantau kembali mengalir normal menuju petak-petak sawah milik petani Desa Sukowuwuh.
Penanganan cepat tersebut diharapkan mampu menjaga kelancaran pasokan air irigasi sehingga aktivitas pertanian masyarakat tetap berjalan optimal.