Sinergi Pengelolaan Air, UPT PJI Purworejo Gelar Evaluasi MT I 2025/2026 dan Susun Strategi Tanam 2026

Purworejo — Dalam rangka meningkatkan efektivitas pengelolaan irigasi dan mendukung keberhasilan musim tanam, UPT Pengelolaan Jaringan Irigasi (PJI) Wilayah Purworejo menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Musim Tanam (MT) I Tahun 2025/2026 serta penyusunan Rencana Tanam MT II dan MT III Tahun 2026 pada Selasa, 21 April 2026.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala UPT PJI Wilayah Purworejo, Edy Haryono, S.T. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa evaluasi musim tanam merupakan langkah penting untuk mengetahui capaian kinerja serta mengidentifikasi berbagai kendala yang terjadi di lapangan, baik dari aspek teknis jaringan irigasi maupun distribusi air.

“Melalui evaluasi ini, kita dapat menyusun langkah perbaikan yang lebih tepat sasaran, sehingga pengelolaan air pada musim tanam berikutnya dapat berjalan lebih optimal dan merata,” ujarnya.

Turut hadir mewakili Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Yuni Ariyanto, S.M., yang memberikan arahan terkait kebijakan dan strategi pengelolaan sumber daya air. Dalam paparannya, disampaikan pentingnya koordinasi antara petugas irigasi, pemerintah daerah, serta para petani dalam menjaga keberlangsungan sistem irigasi.

Beliau juga menambahkan bahwa perencanaan pola tanam harus disesuaikan dengan ketersediaan air, kondisi cuaca, serta kesiapan infrastruktur jaringan irigasi, sehingga dapat meminimalisir potensi kekurangan air di wilayah tertentu.

Pada sesi evaluasi, dibahas secara rinci pelaksanaan MT I Tahun 2025/2026, meliputi kondisi jaringan irigasi, realisasi pola tanam, ketersediaan dan distribusi air, serta berbagai permasalahan yang dihadapi, seperti sedimentasi saluran, kerusakan bangunan irigasi, hingga tantangan pengaturan pembagian air di tingkat petani.

Hasil evaluasi ini kemudian menjadi dasar dalam penyusunan rencana tanam MT II dan MT III Tahun 2026. Dalam perencanaan tersebut, disepakati perlunya penyesuaian pola tanam di beberapa daerah irigasi agar lebih selaras dengan debit air yang tersedia, serta peningkatan pengawasan dan pemeliharaan jaringan irigasi.

Kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif di akhir acara, yang berlangsung aktif dan konstruktif. Para peserta yang terdiri dari petugas UPT, juru pengairan, serta perwakilan stakeholder menyampaikan berbagai masukan, pengalaman di lapangan, serta usulan solusi untuk meningkatkan kinerja pengelolaan irigasi.

Beberapa poin penting yang mengemuka dalam diskusi antara lain perlunya peningkatan koordinasi antar wilayah layanan, optimalisasi kegiatan operasi dan pemeliharaan (O&P), serta penguatan peran petani dalam menjaga jaringan irigasi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antar seluruh pihak terkait, sehingga perencanaan dan pelaksanaan musim tanam ke depan dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Purworejo.